Sabtu, 28 November 2015
Cara Mudah Membuat Motor Irit dan Kencang
Cara Mudah Membuat Motor Irit dan Kencang
Bagi pengendara yang sering berkendara dengan menggunakan motor, pasti merasakan ada beberapa kekurangan pada motor, terutama dari segi performa motor. Bagi riders yang menyukai dan cinta akan kecepatan, pasti masih saja merasa kurang puas akan kecepatan motor yang telah dimiliki. Selain mengenai kecepatan, masalah keiritan motor pun turut menjadi perhatian para riders, dan meskipun motor yang saat ini yang mungkin dirasa sudah irit, namun pengendara akan merasa bahwa motor masih kurang irit.
Kedua hal di atas, memang menjadi salah satu perhatian utama dari para riders, karena pada dasarnya, dari produsen sendiri sudah membatasi performa maksimal yang dibutuhkan oleh konsumen. Namun demikian, ada beberapa cara yang dapat ditempuh agar motor pengendara menjadi irit dan kencang. Perlu diketahui, untuk membuat motor menjadi lebih kencang dan irit adalah dua dimensi yang berbeda, karena cukup sulit menggabungkan kedua hal tersebut, namun ada 3 cara utama untuk menggabungkan irit dan kencang menjadi satu, yaitu:
1. Porting Polish
porting polishPorting polish merupakan cara pertama yang dapat ditempuh untuk membuat motor menjadi lebih kencang namun irit bahan bakar sekaligus. Porting polish dilakukan pada bagian head kendaraan, untuk memperlancar proses hisap dan buang pada saat melakukan pembakaran dalam mesin. Proses ini biasanya kurang diperhatikan oleh produsen, karena kebanyakan para produsen mengejar produksi masal untuk menekan penjualan. Porting polish dapat menambah ‘nafas’ dan tenaga motor pengendara, sekaligus membuat proses hisap dan proses buang menjadi lebih efisien.
2. Papas Head
Papas HeadSelain porting polish, pengendara juga dapat melakukan proses pemapasan pada head motor. Proses ini dilakukan untuk memadatkan dan menaikkan rasio kompresi pada motor yang membuat motor menjadi lebih memiliki tenaga. Namun perlu diingat, bahwa proses pemapasan head cukup berisiko, terutama ketika mekanik tidak faham dengan kondisi motor. Oleh karena itu, butuh ketelitian dan penghitungan yang tepat antara posisi head, boring, dan bagian lainnya seperti busi, klep dan seher agar tidak mengalami ‘tabrakan’.
3. Perbesar Klep
Pada motor 4 tak, klep digunakan untuk mengatur proses pembuangan dan proses penghisapan ( in ex ). Dengan melakukan perbesaran pada klep in dan ex, motor akan memiliki nafas dan tenaga yang lebih panjang, dan lebih efisien dalam pembakaran, selain itu pengendara dapat melakukan hal-hal di bawah ini:
Pembuatan head dengan jumlah klep yang lebih banyak (3 klep)
Penggunaan noken as yang berkualitas
Penggantian head dengan sistem DOHC (bagi motor yang masih menganut sistem SOHC Dual Valve)
4. Majukan Timing Pengapian
Timing pengapian dapat dimajukan, untuk mempercepat preses pembakaran, dan menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik lagi. Biasanya dalam memajukan timing pengapian, anda dapat mengganti komponen berikut ini :
CDI; penggunakan CDI dengan kurva pengapian yang lebih maju, atau gunakan CDI yang timing pengapiannya dapat diatur.
Koil; koil dapat digunakan untuk memperbesar api yang nantinya akan membakar AFR pada ruang bakar.
Bahan Bakar; timing pengapian yang sudah dimajukan, haram hukumnya menggunakan bahan bakar yang beroktan 88 atau premium, hal ini akan menyebabkan mesin menjadi ngelitik dan proses pembakaran menjadi kurang sempurna.
5. Rajin Melakukan Service
Service mesin dan service karburator menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga performa dari motor, dalam proses service. Berikut ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat service motor:
Service dan bersihkan karburator dengan tuntas.
Bersihkan kerak pada bagian head, klep, dan piston.
Bersihkan busi, dan ganti ketika harus diganti.
6. Jangan Gunakan Ban dengan Ukuran Lebih Besar
Ban standar motor yang di rancang dari produsen adalah ukuran ban yang terbaik dipasang atau apabila ingin memperbesar atau mengecilkan ban maksimal ganti ban dengan 2 ukuran di atas atau di bawahnya. Memperbesar ban, tanpa mengganti velg dan peningkatan performa mesin, hanya akan membuat beban mesin menjadi berat dan malah membuat motor akan semakin terasa berat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar